JAKARTA — Panglima Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto kembali melakukan perombakan dan rotasi jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat (TNI AD). Dalam mutasi terbaru ini, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Tri Budi Utomo dipercaya menjabat posisi krusial sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).
Promosi jabatan Letjen Tri Budi Utomo ini mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Letjen TNI Saleh Mustafa. Mantan Wakasad tersebut sebelumnya mendapatkan amanah baru dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mengemban tugas di Kabinet Merah Putih sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan).
Sebelum diangkat sebagai Wakasad, Letjen Tri Budi Utomo menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan). Penunjukan eks Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur pimpinan markas besar TNI AD di bawah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Rotasi Kepemimpinan Strategis di Tubuh TNI AD
Kabar mengenai rotasi perwira tinggi di lingkungan Angkatan Darat ini dibenarkan langsung oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Selain penunjukan Letjen Tri Budi Utomo sebagai orang nomor dua di TNI AD, mutasi kali ini juga merotasi sejumlah jenderal bintang tiga lainnya.
Salah satu rotasi penting lainnya adalah perpindahan tugas Letjen TNI Iwan Setiawan yang dipercaya menduduki jabatan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
“Iya, (Letjen Iwan jadi Pangkostrad), sudah,” ujar Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai pergantian pucuk pimpinan Kostrad di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Rotasi kepemimpinan ini dipandang sebagai bagian dari penyegaran organisasi serta upaya pembinaan karier perwira tinggi di lingkungan TNI guna menghadapi tantangan pertahanan dan keamanan nasional yang semakin dinamis.
Rekam Jejak Letjen Tri Budi Utomo: Dari Kopassus hingga Pemburu KKB
Letjen TNI Tri Budi Utomo merupakan salah satu perwira tinggi TNI AD yang memiliki rekam jejak militer cemerlang, khususnya di korps baret merah. Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, pada 6 Februari 1971 ini merupakan lulusan atau abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 1994 dari kecabangan Infanteri Kopassus.
Sepanjang karier militernya, Tri Budi Utomo dikenal memiliki pengalaman tempur dan teritorial yang luas. Berbagai posisi strategis di lingkungan TNI maupun pemerintahan pernah diamanahkan kepadanya.
Perjalanan Karier dan Jabatan Strategis
Beberapa posisi penting yang pernah diemban oleh Letjen TNI Tri Budi Utomo antara lain:
- Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres): Mengawal dan menjamin keamanan fisik jarak dekat Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarga.
- Panglima Kodam VI/Mulawarman: Memimpin komando kewilayahan pertahanan yang mencakup wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, termasuk pengamanan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
- Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan): Membantu Menteri Pertahanan dalam mengelola administrasi, perencanaan, dan kebijakan pertahanan negara.
- Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad): Mendampingi KSAD dalam membina kekuatan, kesiapan operasional, serta administrasi seluruh jajaran TNI Angkatan Darat.
Rekam Jejak Operasi Nemangkawi di Papua
Nama Tri Budi Utomo juga sangat melekat dalam rekam jejak penanganan stabilitas keamanan di Tanah Papua. Pada periode 2020 hingga 2021, saat masih menjabat sebagai perwira tinggi bintang satu/dua, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Operasi (Kaops) Nemangkawi TNI.
Dalam peran vital tersebut, Tri Budi memimpin secara langsung perburuan dan penindakan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kerap melancarkan aksi teror di wilayah pegunungan Papua. Di bawah kepemimpinannya, sinergi antara unsur TNI dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diperkuat untuk menekan pergerakan KKB, mengamankan objek vital nasional, serta melindungi masyarakat sipil dari ancaman kekerasan senjata.
Memperkuat Sinergi Pimpinan TNI Angkatan Darat
Penunjukan Letjen TNI Tri Budi Utomo sebagai Wakasad mendampingi Jenderal TNI Maruli Simanjuntak diyakini akan memberikan dorongan energi baru bagi konsolidasi internal TNI AD. Sebagai perwira yang dibesarkan di lingkungan pasukan khusus dan memiliki pengalaman birokrasi di Kementerian Pertahanan, Tri Budi dinilai memiliki kapasitas utuh—baik dari segi taktis operasional maupun manajerial strategis.
Tugas berat kini telah menanti Letjen Tri Budi Utomo di Markas Besar Angkatan Darat. Sebagai Wakasad, ia akan bertanggung jawab langsung dalam membantu KSAD merumuskan kebijakan pembinaan satuan, modernisasi alutsista, peningkatan kesiapsiagaan prajurit, hingga menyelaraskan program-program TNI AD dengan prioritas pembangunan pertahanan pemerintah.
Dengan pengesahan mutasi ini, proses serah terima jabatan (sertijab) untuk posisi Wakasad, Pangkostrad, dan sejumlah jabatan perwira tinggi lainnya diperkirakan akan segera digelar di MABESAD dalam waktu dekat.














