, , ,

Safety Riding di Jembo: Jago Cari Aman Biar Happy, Karyawan Dibekali Tips Berkendara Selamat

TANGERANG — Keselamatan berkendara menjadi perhatian penting bagi karyawan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya saat perjalanan dari rumah menuju tempat kerja maupun sebaliknya. Hal tersebut menjadi tema utama dalam kegiatan edukasi Safety Riding yang digelar di GOR PT Jembo Cable Company, Selasa (29/9/2026). Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.15 WIB tersebut mengusung tema “Safety Riding,…

TANGERANG — Keselamatan berkendara menjadi perhatian penting bagi karyawan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya saat perjalanan dari rumah menuju tempat kerja maupun sebaliknya. Hal tersebut menjadi tema utama dalam kegiatan edukasi Safety Riding yang digelar di GOR PT Jembo Cable Company, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.15 WIB tersebut mengusung tema “Safety Riding, Jago Cari Aman Biar Happy”. Acara mendapatkan pembinaan dari Wahana Artha Jatake Tangerang dan dihadiri para karyawan, pihak Health, Safety and Environment (HSE) dan tim dokter serta jajaran manajemen perusahaan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun kebiasaan berkendara yang aman, disiplin dan tidak mengutamakan kecepatan ketika berada di jalan raya.

Pak Wijaya selaku perwakilan dari manajemen menyampaikan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas sejak seseorang meninggalkan rumah menuju tempat kerja.

Menurutnya, setiap pengendara perlu memahami bagaimana cara berkendara yang baik dan benar sehingga dapat tiba di tempat tujuan dalam kondisi selamat.

“Bagaimana kita berkendara dari rumah menuju tempat kerja agar selamat, maka dari itu kita harus memahami bagaimana berkendara dengan baik,” pesan Wijaya dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, pembimbing kegiatan, Agus Sani, menjelaskan bahwa edukasi safety riding bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran pengendara terhadap berbagai potensi bahaya di jalan.

Ia mengingatkan para peserta agar tidak berkendara secara terburu-buru. Kecepatan dan perilaku agresif di jalan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Agus juga memberikan tips mengenai menjaga jarak aman. Bagi pengendara sepeda motor, jarak aman dapat menggunakan patokan waktu sekitar tiga detik, sehingga pengendara memiliki ruang dan waktu yang cukup untuk melakukan antisipasi apabila kendaraan di depan melakukan pengereman atau perubahan arah secara mendadak.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai prosedur 4T ketika pengemudi mobil hendak melewati simpangan. Prosedur tersebut meliputi Tunggu sejenak, Tengok kiri, Tengok kanan, kemudian Tengok kiri kembali sebelum melanjutkan perjalanan.

Aspek perlengkapan berkendara juga menjadi perhatian. Pengendara sepeda motor diingatkan untuk selalu menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm, sepatu, sarung tangan dan jaket.

Sebelum berangkat, pengendara juga wajib melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan yang akan digunakan. Pemeriksaan sederhana dapat membantu mengetahui potensi masalah sebelum kendaraan digunakan di jalan.

Tak kalah penting, peserta diingatkan untuk selalu mewaspadai blind spot atau titik buta kendaraan. Kesadaran terhadap area yang tidak terlihat melalui pandangan langsung maupun kaca spion menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan.

Melalui kegiatan tersebut, budaya keselamatan di lingkungan kerja diharapkan tidak hanya diterapkan saat berada di perusahaan, tetapi juga menjadi kebiasaan setiap karyawan ketika berkendara di jalan raya.

Jago cari aman, perjalanan nyaman, selamat sampai tujuan. (Yusuf)

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *