JAKARTA — Insiden kecelakaan kerja tragis melanda kawasan industri di Jakarta Utara. Sebuah ledakan hebat dari tabung gas oksigen terjadi di area operasional PT Sinergi Berkat Gasindo yang beralamat di Jalan Pegangsaan Dua No. 103A, Kecamatan Kelapa Gading. Peristiwa mematikan ini merenggut nyawa seorang pekerja muda di lokasi kejadian dan mengakibatkan satu pekerja lainnya mengalami luka-luka serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian, peristiwa mematikan tersebut terjadi pada Rabu petang sekitar pukul 16.30 WIB. Kejadian bermula saat para pekerja tengah menjalankan aktivitas rutin pengisian ulang gas oksigen di area pabrik.
Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Girindra Wardana, mengonfirmasi bahwa ledakan terjadi di tengah proses transfer gas berskala besar. Gas dipindahkan dari tangki penampungan utama yang memiliki kapasitas raksasa hingga 10 ton ke dalam tabung-tabung oksigen portabel berukuran sedang dengan bobot sekitar 48 hingga 50 kilogram.
“Peristiwa terjadi saat proses pengisian tabung oksigen berukuran sekitar 48 hingga 50 kilogram dari tabung utama berkapasitas 10 ton,” ujar Kompol Girindra Wardana saat memberikan keterangan resmi di Jakarta.
Kronologi Kejadian dan Detik-Detik Ledakan
Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP), detik-detik sebelum bencana terjadi tergolong sangat singkat. Salah satu korban, Slamat Nur Alimin (19), diketahui baru saja menyelesaikan tahap pengisian satu unit tabung oksigen.
Slamat sempat memutar dan menutup katup (valve) pada tabung tersebut untuk menghentikan aliran gas. Namun, tepat ketika ia mengambil satu langkah mundur usai menutup katup, tabung besi bertekanan tinggi itu tiba-tiba meletus dan hancur berkeping-keping.
Suara dentuman keras membahana menggelegar di seluruh area pabrik dan sekitarnya, disusul oleh kemunculan kepulan asap tebal berwarna cokelat yang membumbung tinggi di udara. Gelombang tekanan tinggi dan material hantaman besi tabung langsung menyambar para pekerja yang berada di dekat radius ledakan.
Dahsyatnya hantaman membuat Slamat Nur Alimin gugur seketika di lokasi. Korban mengalami luka yang sangat parah di sekujur tubuhnya, termasuk patah tulang iga, trauma berat pada bagian kepala, serta kerusakan fatal pada organ dalam akibat hantaman serpihan dan tekanan udara.
Sementara itu, korban kedua bernama Tedi Irawan (47) yang berada tak jauh dari posisi ledakan beruntung masih selamat dari maut. Meski demikian, Tedi menderita luka robek yang cukup dalam pada pundak sebelah kiri serta pembengkakan hebat pada kaki kanannya. Korban segera dievakuasi oleh rekan-rekan kerjanya dan dilarikan ke Rumah Sakit Gading Pluit untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Daya Rusak Gelombang Kejut dan Kerugian Materiil
Dampak dari ledakan tabung gas oksigen ini tidak hanya memakan korban jiwa dan luka, tetapi juga menimbulkan kerusakan materiil yang signifikan di sekitar lokasi kejadian. Gaya dorong ledakan melemparkan potongan besi tebal dari tabung yang hancur hingga melayang ke udara.
Salah satu serpihan tajam melayang keras hingga menembus kaca bagian depan unit kendaraan operasional mobil pikap berplat nomor B 9364 TAF yang sedang terparkir di dalam area pabrik.
Tidak hanya menyasar fasilitas pabrik, daya dorong gelombang kejut (shockwave) dari ledakan tersebut juga berdampak pada pemukiman warga di sekitar area PT Sinergi Berkat Gasindo. Bangunan rumah milik salah satu warga bernama Muniroh, yang berlokasi di RT 05/RW 02 Kelapa Gading, dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap akibat dampak dentuman keras tersebut.
Penyelidikan Intensif Pihak Kepolisian
Menerima laporan adanya ledakan dahsyat di wilayah hukumnya, jajaran piket fungsi Polsek Kelapa Gading bersama tim identifikasi langsung meluncur cepat menuju lokasi untuk melakukan tindakan darurat. Petugas segera mengamankan area sekitar dengan memasang garis polisi (police line) untuk mencegah pihak yang tidak berkepentingan mendekati lokasi berisiko.
Polisi juga mengumpulkan barang bukti berupa serpihan tabung, memeriksa kondisi tangki utama, serta mencatat seluruh kerusakan materiil yang ditimbulkan.
“Kami sudah mendatangi lokasi, mengamankan TKP, mendata korban, serta meminta keterangan dari saksi-saksi. Saat ini kasusnya dalam penanganan penuh Polsek Kelapa Gading,” tegas Kompol Girindra Wardana.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengusut tuntas penyebab pasti meledaknya tabung oksigen tersebut. Penyidik tengah mendalami apakah insiden ini dipicu oleh kelalaian prosedur kerja (human error), kebocoran sistem penutup, masalah tekanan berlebih pada katup, atau adanya cacat fisik pada tabung gas yang digunakan.














