, , ,

Rumah Dinas KPAD Cijantung Jadi Markas Judi Online, Mabes TNI Tahan Letkol Arman dan Sanksi Tegas Menanti

JAKARTA – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam memberantas jaringan judi online (judol) yang kian meresahkan masyarakat memasuki babak baru yang menyita perhatian publik. Markas Besar (Mabes) TNI secara resmi mengambil langkah tegas dengan menahan Perwira Menengah (Pamen), Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Garnisun Tetap 1/Jakarta, Letkol Inf Arman. Penahanan ini dilakukan setelah rumah dinas…

JAKARTA – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam memberantas jaringan judi online (judol) yang kian meresahkan masyarakat memasuki babak baru yang menyita perhatian publik. Markas Besar (Mabes) TNI secara resmi mengambil langkah tegas dengan menahan Perwira Menengah (Pamen), Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Garnisun Tetap 1/Jakarta, Letkol Inf Arman. Penahanan ini dilakukan setelah rumah dinas militer yang ditempatinya di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, terbukti disalahgunakan dan dijadikan sebagai markas operasional perjudian berbasis digital.

Tindakan tegas berupa penahanan terhadap perwira menengah tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas. Ia menegaskan bahwa pihak militer tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap oknum prajurit yang terlibat, memfasilitasi, maupun memberikan ruang bagi aktivitas ilegal di lingkungan atau fasilitas institusi militer.

“Terduga sudah ditahan dalam rangka pemeriksaan intensif di Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya),” ujar Mayjen TNI Muhammad Nas saat memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penanganan kasus ini.

Penahanan Letkol Inf Arman di Polisi Militer Kodam Jaya bertujuan untuk mendalami sejauh mana keterlibatan, peran, serta motif perwira tersebut dalam menyediakan fasilitas rumah dinas prajurit untuk kegiatan yang melanggar hukum. Langkah ini sekaligus mempertegas integritas institusi dalam membersihkan unsur-unsur internal yang merusak citra dan profesionalisme militer.

Kronologi Penggerebekan dan Penyitaan Barang Bukti

Pengungkapan kasus yang menggegerkan publik ini berawal dari kewaspadaan serta laporan aktif warga sekitar KPAD Cijantung, Jakarta Timur. Pada Minggu (4/10/2026), warga mencurigai adanya aktivitas yang tidak wajar dan tertutup di salah satu unit rumah dinas yang dihuni oleh Letkol Inf Arman. Laporan masyarakat tersebut langsung direspons secara cepat oleh jajaran wilayah setempat.

Personel dari Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan dan aparat penegak hukum segera mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP) untuk melakukan verifikasi dan penindakan. Saat pemeriksaan diluncurkan, tim gabungan menemukan pengoperasian perangkat elektronik yang difungsikan sebagai pusat kendali operasional judi online.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa dalam penggerebekan di lokasi tersebut, aparat berhasil mengamankan 11 orang warga sipil yang bertindak sebagai operator situs judi online.

“Sebanyak 11 orang yang diduga kuat berperan sebagai operator berhasil diamankan dari tempat kejadian perkara. Selain itu, petugas menyita sejumlah barang bukti krusial yang digunakan untuk menyokong operasional perjudian tersebut, antara lain 32 unit komputer, 14 unit telepon seluler, dan sembilan Kartu Tanda Penduduk (KTP),” jelas Brigjen TNI Donny Pramono.

Donny merinci lebih jauh bahwa dari total 11 tersangka sipil yang diciduk di dalam rumah dinas tersebut, seluruhnya merupakan warga non-militer yang dipekerjakan untuk mengelola aktivitas transaksi dan sistem judi online. Rinciannya terdiri dari enam orang laki-laki dan lima orang perempuan.

Guna menjaga keaslian lokasi kejadian perkara serta mengamankan barang bukti tambahan, petugas langsung menyegel tempat tersebut.

“Lokasi kejadian saat ini telah dipasang garis polisi (police line) dan aliran listrik ke rumah dinas tersebut sengaja dipadamkan untuk kepentingan pengamanan, sterilisasi lokasi, serta penyelidikan lebih lanjut oleh tim penyidik,” tambah Donny.

Penanganan Kasus dan Komitmen Pimpinan TNI

Setelah diamankan di TKP KPAD Cijantung, 11 operator sipil tersebut langsung digelandang ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) sebelum dilimpahkan ke pihak kepolisian untuk penanganan hukum dari ranah pidana umum. Sementara itu, pemeriksaan terhadap Letkol Inf Arman difokuskan pada pelanggaran disiplin, penyalahgunaan wewenang, dan keterlibatan dalam ranah hukum militer.

Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa penindakan cepat ini merupakan bukti konkrit komitmen Angkatan Darat dalam menundukkan segala bentuk kejahatan, khususnya judi online yang saat ini menjadi perhatian nasional. Facilities militer yang dibiayai oleh negara ditujukan untuk mendukung tugas-tugas pertahanan dan kesejahteraan prajurit, bukan untuk dijadikan kedok kejahatan terselubung.

“TNI Angkatan Darat tidak akan pernah membiarkan fasilitas, sarana, maupun prasarana yang berada di lingkungan militer digunakan untuk kegiatan ilegal yang merugikan masyarakat dan merusak tatanan hukum,” tegas Kadispenad.

Di tingkat pimpinan tertinggi Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan instruksi tajam terkait penanganan kasus ini. KSAD menegaskan bahwasanya tindakan tegas tanpa pandang bulu akan dijatuhkan kepada siapapun prajurit aktif yang terbukti memberikan ruang, melindungi, atau memfasilitasi bisnis perjudian online.

“Pokoknya, kalau ada laporan dan terbukti ada pelanggaran, kita pasti tindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di lingkungan militer maupun pidana umum,” ujar Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat memberikan pernyataan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Implikasi Hukum dan Pembersihan Internal

Penyalahgunaan sarana KPAD Cijantung sebagai markas judi online ini menjadi alarm keras bagi pengawasan internal fasilitas militer. Penahanan Letkol Inf Arman oleh Pomdam Jaya menjadi sinyal kuat bahwa jajaran kepemimpinan TNI tidak akan melindungi perwira yang mencoreng nama baik korps.

Proses pemeriksaan komprehensif saat ini masih terus bergulir. Penyidik Polisi Militer tengah mendalami keterkaitan aliran dana, durasi pengoperasian markas judol di kompleks perumahan tentara tersebut, serta kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang turut bermain di balik layar. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran keras bagi seluruh prajurit TNI agar tetap menjaga integritas dan tidak tergiur oleh praktik kejahatan ilegal dalam bentuk apapun.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *